السلام عليكم ورحمةالله وبركاته


Kekayaan Terhebat mengalahkan Komputer

Diposting oleh أبوعناية - Abu Inayat

Selasa, Maret 01, 2011



"Apakah ada sesuatu yang hilang saat beralih dari buku kelayar komputer, dari pena ke keyboard?" demikan pertanyaan profesor Anne Mangen. seorang ahli dari Stavanger University di Norwegia, saat bertanya tentang hubungan antara menulis dengan tangan dan dampak menulis di papan keyboard komputer.

Fakta menunjukkan, ada sesuatu yang hilang dalam proses otak ketika beralih dari pena dan buku kelayar komputer dan keyboard.

Bersama degan Jean Luc, neuro fisiologi Velay di University Marseille, Anne Mangen menulis sebuah artikel yang diterbitkan dalam sebuah jurnal berkala.

Percobaan dilakukan oleh tim peneliti Velay di Marseille. Hasil penelitian menunjukkan, di saat menulis dengan tangan, ada gerakan jejak yang tertinggal di bagian otak yang disebut sensorimotor. Proses ini membantu kita megenal huruf.

Sementara saat menyentuh dan mengetik pada komputer, menghasilkan respons yang berbeda di otak. Itu artinya tidak memperkuat mekanisme pembeljaran dengan yang sama.

Penelitian ini menyimpulkan, anak-anak dan siswa yang menulis dengan tangan lebih baik daripada mereka yang mngetik dipapan komputer. Hal ini terjadi karena membaca dan menulis melibatkan sejumlah indra.

Temuan Anne Mangen, dan Jean Luc Velay diterbitkan di jurnal HAP-STICS, kutip http://www.uis.no.

Karena menulis dengan tangan membutuhkan waktu lebih lama, maka aspek temporal dari otak yang terlibat dalam bahasa juga dapat mempengaruhi proses belajar.

Nah bagi yang tidak memiliki komputer di rumah, tidak perlu bersedih hati, sebab anda masih dikaruniai kekayaan otak yang tak terwakili dilayar komputer canggih manapun.

Colis Akbar/Suara Hidayatullah

Baca Selengkapnya

29 komentar,:

Cara Baru Lebih Dekat Dengan Masjid

Diposting oleh أبوعناية - Abu Inayat

Rabu, Februari 16, 2011


Tak perlu repot mencari masjid. Di era modern ini hadir MOSQUE DIRECTORY (MD), sebuah alat yang memudahkan kaum muslimi lebih dekat dengan masjid.

Baru-baru ini jejaring sosial bernama www.mosquelife.com diluncurkan. Jejaring ini bertuajuan untuk menghimpun data-data di setiap masjid, agar menjadi direktori yang bermanfaat.

Menurut Eko Budi Suprasetiawan, salah satu relawan mosquelife, melalui Mosque Directory, pengguna bisa mendaftarkan masjid atau mushollah di lingkungan rumah, sekoalah, kampus atau kantor mereka dengan mencantumkan posisi dan alamat lokasi, atau bahkan menulis review tentang masjid tersebut.

Mosquelife juga menyediakan fitur News Wall, semacam Majalah Dinding ( Mading ) Masjid yang bersifat Virtual. Fitur ini memungkinkan pengguna memposting artikel menarik seputar dunia islam atau berita lokal yang menarik, atau topik diskusi yang hangat untuk pemberdayaan jamaah.

"Dengan demikan jika ada berita kegitan di masjid tersebut dia akan mendapat notifikasi melalui email. Semua fitur baru kami ini diharapkan bisa memudahkan untuk bck to masjid dan semakin sosial," tandas Eko.

Nah bagi para pengelola Masjid atau Musholla kini anda bisa berbagi pengalaman dan saling berbagi informasi dengan para pengelola Masjid dan Musholla dari berbagai belahan dunia. Akhirnya. Ke manapun anda berada senantiasa akan lebih dekat dengan masjid.
Cholis Akbar/Suara Hidayatullah.

Baca Selengkapnya

30 komentar,:

Pembungkusan tulang oleh otot

Diposting oleh أبوعناية - Abu Inayat

Sabtu, Juli 17, 2010

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik".

Surat Al Mu'Minuun[23]: 14

Embriologi adalah cabang Ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim Ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang berpendapat bahwa ayat di atas bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan.

Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama jaringan tulang rawan Embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan sekitar tulang tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.

Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:

Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelepan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang.
[More Developing Human,6.Edition 1998.]

Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia persis sebagaimana yang digambarkan dalam Al-Qur'an, Benar-benar sesuai dengan penemuan Embriologi Modern.

Harun Yahya/Suara Hidayatullah


Baca Selengkapnya

89 komentar,:

Ikhlas Tempat Persinggahan Iyyaka Na'budu Wa Iyyaka Nasta'in

Diposting oleh أبوعناية - Abu Inayat

Senin, Juli 12, 2010


Dalam kitab Madarijus Salikin, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah menyebutkan tempat-tempat persinggahan Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in diantaranya adalah ikhlas. Berikut ini saya kutipkan beberapa penggal alenia yang tercantum dalam pasal ini. Bagi yang menginginkan uraian lebih lanjut saya persilahkan membaca langsung dari sumbernya.

Sehubungan dengan tempat persinggahan ikhlas ini Allah telah berfirman di dalam Al-Qur'an, (artinya):
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus." (Al-Bayyinah: 5)
"Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)." (Az-Zumar: 2-3)
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya." (Al-Mulk: 2)
Al-Fudhail berkata, "Maksud yang lebih baik amalnya dalam ayat ini adalah yang paling ikhlas dan paling benar."
Orang-orang bertanya, "Wahai Abu Ali, apakah amal yang paling ikhlas dan paling benar itu ?"
Dia menjawab, "Sesungguhnya jika amal itu ikhlas namun tidak benar, maka ia tidak diterima. Jika amal itu benar namun tidak ikhlas maka ia tidak akan diterima, hingga amal itu ikhlas dan benar. Yang ikhlas ialah yang dikerjakan karena Allah, dan yang benar ialah yang dikerjakan menurut As-Sunnah." Kemudian ia membaca ayat, (artinya): "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya." (Al-Kahfi: 110)
Allah juga berfirman, (artinya):
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan?" (An-Nisa': 125)
Menyerahkan diri kepada Allah artinya memurnikan tujuan dan amal karena Allah. Sedangkan mengerjakan kebaikan ialah mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Sunnah beliau.
Allah juga berfirman, (artinya):
"Dan, Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan." (Al-Furqan: 23)
Amal yang seperti debu itu adalah amal-amal yang dilandaskan bukan kepada As-Sunnah atau dimaksudkan bukan karena Allah. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda kepada Sa'ad bin Abi Waqqash, "Sesungguhnya sekali-kali engkau tidak akan dibiarkan, hingga engkau mengerjakan suatu amal untuk mencari Wajah Allah, melainkan engkau telah menambah kebaikan, derajad dan ketinggian karenanya."
Di dalam Ash-Shahih disebutkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, (artinya):
"Tiga perkara, yang hati orang mukmin tidak akan berkhianat jika ada padanya: Amal yang ikhlas karena Allah, menyampaikan nasihat kepada para waliyul-amri dan mengikuti jama'ah orang-orang Muslim karena doa mereka meliputi dari arah belakang mereka." (HR. At-Thirmidzi dan Ahmad)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang berperang karena riya', berperang karena keberanian dan berperang karena kesetiaan, manakah diantaranya yang ada di jalan Allah? Maka beliau menjawab, "Orang yang berperang agar kalimat Allah lah yang paling tinggi, maka dia berada di jalan Allah.
Beliau juga mengabarkan tiga golongan orang yang pertama-tama diperintahkan untuk merasakan api neraka, yaitu qari' Al-Qur'an, mujahid dan orang yang menshadaqahkan hartanya; mereka melakukannya agar dikatakan, "Fulan adalah qari', fulan adalah pemberani, Fulan adalah orang yang bershadaqah", yang amal-amal mereka tidak ikhlas karena Allah.
Di dalam hadits qudsi yang shahih disebutkan; "Allah berfirman, 'Aku adalah yang paling tidak membutuhkan persekutuan dari sekutu-sekutu yang ada. Barangsiapa mengerjakan suatu amal, yang di dalamnya ia menyekutukan selain-Ku, maka dia menjadi milik yang dia sekutukan, dan Aku terbebas darinya'." (HR. Muslim)
Di dalam hadits lain disebutkan; "Allah berfirman pada hari kiamat, 'Pergilah lalu ambillah pahalamu dari orang yang amalanmu kamu tujukan. Kamu tidak mempunyai pahala di sisi Kami'."
Di dalam Ash-Shahih disebutkan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh kalian dan tidak pula rupa kalian, tetapi Dia melihat hati kalian." (HR. Muslim)
Banyak difinisi yang diberikan kepada kata ikhlas dan shidq, namun tujuannya sama. Ada yang berpendapat, ikhlas artinya menyendirikan Allah sebagai tujuan dalam ketaatan. Ada yang berpendapat, ikhlas artinya membersihkan perbuatan dari perhatian manusia, termasuk pula diri sendiri. Sedangkan shidq artinya menjaga amal dari perhatian diri sendiri saja. Orang yang ikhlas tidak riya' dan orang yang shidq tidak ujub. Ikhlas tidak bisa sempurna kecuali shidq, dan shidq tidak bisa sempurna kecuali dengan ikhlas, dan keduanya tidak sempurna kecuali dengan sabar.
Al-Fudhail berkata, "Meninggalkan amal karena manusia adalah riya', Mengerjakan amal karena manusia adalah syirik. Sedangkan ikhlas ialah jika Allah memberikan anugerah kepadamu untuk meninggalkan keduanya."
Al-Junaid berkata, "Ikhlas merupakan rahasia antara Allah dan hamba, yang tidak diketahui kecuali oleh malaikat sehingga dia menulis-nya, tidak diketahui syetan sehingga dia merusaknya dan tidak pula diketahui hawa nafsu sehingga dia mencondongkannya."
Yusuf bin Al-Husain berkata. "Sesuatu yang paling mulia di dunia adalah ikhlas. Berapa banyak aku mengenyahkan riya' dari hatiku, tapi seakan-akan ia tumbuh dalam rupa yang lain."
Pengarang Manazilus-Sa'irin berkata, "Ikhlas artinya membersihkan amal dari segala campuran." Dengan kata lain, amal itu tidak dicampuri sesuatu yang mengotorinya karena kehendak-kehendak nafsu, entah karena ingin memperlihatkan amal itu tampak indah di mata orang-orang, mencari pujian, tidak ingin dicela, mencari pengagungan dan sanjungan, karena ingin mendapatkan harta dari mereka atau pun alasan-alasan lain yang berupa cela dan cacat, yang secara keseluruhan dapat disatukan sebagai kehendak untuk selain Allah, apa pun dan siapa pun."

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, "Madarijus-Salikin Manazili Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in

Baca Selengkapnya

50 komentar,:

Lebih kebal dengan si sakit

Diposting oleh أبوعناية - Abu Inayat

Kamis, Juli 08, 2010


Tidak semua orang tega dan tahan melihat si sakit. Apa lagi jika yang sakit mengalami penderitaan yang tak terkira. Berkaitan dengan itu, akhlaq Islam terhadap si sakit banyak disampaikan oleh Nabi Shallaahu 'alaihi wa Sallam. Dalam sebuah riwayat Rasulullah Shallaahu 'alaihi wa Sallam mengatakan, "Bebaskanlah Al'aaniya, yakni al-asiir(tahanan), berilah makan bagi orang yang kelaparan, dan kunjungilah orang yang sedang sakit," demikian sabda Nabi Shallaahu 'alaihi wa Sallam dalam Fatul Baari.

Baru-baru ini, sebuah penelitian menarik mengenai si sakit dilakukan oleh peneliti dari University of British Columbia, AS. dalm studi tersebut ditemukan, suplemen multivitamin bukan satu-satunya cara meningkatkan kekebalan tubuh. Peneliti bahkan menemukan, melihat orang sakit saja bisa menguatkan kekebalan tubuh.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Psychological science, april 2010 lalu, peneliti memperlihatkan dua rangkaian slide yang berbeda pada partisipan, dalam dua hari yang berbeda pula. Peneliti menunjukkan rangkaian slide berisi gambar-gambar orang yang sakit. Seperti penderita cacar, bersin, flu, dan gejala penyakit lainnya. Partisipan lain ditunjukkan gambar orang-orang yang meegang senjata api.

Sebelum dan sesudah slide ditunjukkan, peneliti mengambil sampel darah partisipan. Hasilnya sungguh menakjubkan, partisipan yang melihat slide oarng-orang sakit memiliki respon sistem kekebalan tubuh lebih kuat dibandingkan partisipan yang melihat gambar lelaki yang mengarahkan senjata ke arah mereka.

"Kelihatannya, sistem imun merespon lebih agresif saat anda mengadakan kontak dengan sesuatu yang kemungkinan akan membuat anda sakit," terang Mark schaller seperti dikutip situs www.healthday.com.

*Cholis Akbar/suara Hidayatullah

Baca Selengkapnya

71 komentar,:

Surat buat Aktifis JIL dan pengagumnya

Diposting oleh أبوعناية - Abu Inayat

Minggu, Juni 27, 2010


Kemarin sore (lihat tanggal Posting=Admin) seperti biasa saya coba untuk menyibukkan diri dengan membaca majalah favorit saya Majalah Suara Hidayatullah Edisi 02|XXXIII|Juni 2010 yang saya terima tadi pagi di meja kerja saya(maklum di tempat saya suka lambat nyampenya).
Saya tertarik dengan sebuah Email yang dikirim kan oleh Arham ke redaksi Majalah hidyatullah yang dimuat dalam Rubrik Suara pembaca. Mau tau apa isi emailnya ..?

Nih saya copy

"Introspeksi untuk Aktifis dan Pengagum JIL"

"Saya yakin sekali. gagasan yang saya kembangkan selama ini adalah gagasan yang saya anggap mencerminkan semangat dasar Islam. Saya meyakini kebenaran apa yang selama ini saya perjuangkan. Saya yakin sekali ini lah cara saya mencintai agama yang saya anut. Saya tidak merasa ragu sedikitpun. Bahwa ini sesat, ini tidak sesuai , sama sekali tidak ada keraguan." demikian pernyataan Ulil Absa Abdalla (aktifis Liberal dan mantan koordinator JIL) yang dimuat pada laporan utama Suara Hidayatullah edisi april 2010.

Ulil sering mendengung-dengungkan bahwa "Akidah" kaum Liberal adalah setiap pemahaman atas islam itu relatif, karena tidak ada yang tahu kebenaran mutlak selain ALLAH dan Rasul-NYA. Manusia adalah makhluk relatif yang mencoba untuk memahami kebenaran. Wahyu telah behenti, setiap orang bisa mengutip Ayat atau Hadits, tetapi pada khirnya itu hanyalah perkataan atau pendapat sendiri, belu tentu sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan.

Logika akidah liberal seperti itu sangat bebas nilai. Pelu dipahami upaya penafsiran (pemikiran) sebebas apapun, tentu menggunaka metode, kaidah tertentu. Kalau tidak demikian itu bukan tafsir sebagai buah pikir, melainkan lebih pantas disebut ngawur.

Tidak ada pikiran yang bebas nilai, dia harus menggunakan kaidah berpikir tertentu agar diakui sebagai buah dari suatu proses berpikir. Islam memiliki sejumlah nilai-nilai akidah dan kaidah. Nilai-nilai itulah yang harus digunakan agar buah pemikiran (penafsiran) terhadap Islam mendapat pengakuan sebagai bagian dari Islam.

Nah karena JIL tidak menggunakan kaidah Islam secara disiplin dan konsisten dalam melakukan penafsiran, bagaimana mungkin layak untuk diterima sebagai bagian dari Islam. Bahkan sudah sepantas nya kalau menurut ajaran Islam, JIL adalah sesat.

Inilah salah satu fakta logika (dan masih bannyak bukti kekeliruan mereka) yang semoga menjadi introspeksi untuk para pengikut JIL, sehingga mereka menyadari kekeliruannya dengan harapan mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Berikut ini adalah saran dan himbauan. Semoga menjadi masukan bagi para pegikut paham liberal:

1. Mereka harus mengganti JIL. Misalnya, menjadi JMP ( Jaringan Muslim Progresif). Seorang muslim yang progresi (berpikiran maju) tidak mesti meninggalkan akidah dan kaidah keislaman mereka. Mereka bisa membahas berbagai isu aktual seputar umat Islam dengan jujur, terbuka dan kritis tanpa perlu melanggar ajaran Islam.

2. Bila JIL tidak mau melepaskan pemikiran-pemikirannya, maka mereka harus melepaskan label "Islam" dari nama komunitas itu. Misalnya menjadi JUL (Jaringan Umat Liberal). Karena paham liberal merusak nama baik Islam.

3. Dan jika mereka tetap bersikukuh dengan paham liberalnya, berarti JIL tetap berpegang pada tali yang kufur sehingga menghasilkan pemikiran yang sesat sebelum mereka bertobat dan kembali ke jalan lurus, yang diridhai ALLAH Subhanahu wa Ta'ala

Arham
Mahasiswa STAIL Surabaya
arhamafa[at]yahoo.com


Tapi saya pribadi lebih setuju kali kalo JIL itu singkatan dari "Jaringan Iblis La'natullah" bagaimana dengan anda..?

Baca Selengkapnya

55 komentar,:

Mengenai Saya

Foto saya
Just Another Guy who care, and share the goodness

About Comment

Recent Comment

Top Komentator


Popular Post